•  
Alamat Redaksi : Jl. Kelapa 7 Bandar Jaya Barat - Lampung Tengah, Telp. (HP) 082377881555 / 08996799444, Email redaksi@antariksanews.com.
Minggu, 18 Desember 2016 - 12:58:23 WIB

Kematian Helmi Diduga Tak Wajar, Keluarga Korban Tuntut Keadilan


Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal - Dibaca: 1149 kali

METRO, ANTARIKSANEWS.COM

Kematian pelaku curanmor berinisial H (35) warga kampung Haduyang Ratu Kecamatan Padang Ratu Kabupaten Lampung Tengah, H merupakan pelaku kasus Curanmor di pasar Cendrawasih Kota Metro, yang diamankan pedagang serta pengunjung pasar disekitar lokasi kejadian, pada Rabu (30/11), dinilai janggal.

Kakak kandung korban, Ibrahim (42) warga kampung Haduyang Ratu Kecamatan Padang Ratu Kabupaten Lampung Tengah, kepada Antariksanews.com,  mencurigai kematian adikya dinilai tidak wajar. ia menceritakan kronologis kejadian tersebut,  pada hari Rabu (30/11) sekira pukul 10:00 Wib, Saat diamankan pihak Polres Kota Metro Lampung Helmi dalam keadaan sehat.

“Waktu diamankan ditempat kejadian adik saya masih berdiri tegak dalam keadaan sehat, dan ada dua anggota dari Polres Kota Metro dan seorang Satpam yang mengamankannya, bahkan ada juga saksi  yang melihat saat itu bahwa helmi dalam keadaan segar bugar”

Akan tetapi,  lanjut dia fakta yang terjadi banyak luka disekitar tubuh Helmi seperti dibagian tengkorak kepala terdapat banyak retakan yang dapat disimpulkan terjadi akibat benturan dikepalanya, kaki kiri dan kanan terdapat banyak luka lecet dan lebam, dibagian mata kanan terdapat luka lebam, lalu di mulut juga terdapat luka lebam serta banyak mengeluarkan darah.

 

Ibrahim mengatakaan, awal kecurigaanya pada hari penangkapan, Rabu (30/11) sekitar pukul 14:50 dia mendapat kabar bahwa Helmi dirawat Rumah Sakit Umum A.Yani Kota Metro yang diantarkan pihak Polres Kota Metro dan tidak tahu mengapa selanjutnya helmi dirujuk ke Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek yang berada di Bandar Lampung.

“Sekitar jam 18:30 Wib bersama rekan saya Junaidi dan Andri Yadi datang ke Rumah Sakit Abdoel Moeloek untuk melihat langsung kondisi adik saya, yang pada saat itu sudah tidak sadarkan diri diruangan Unit Gawat Darurat dan banyak terdapat luka lecet dan lebam disekujur tubuhnya.”paparnya.

Menurut pihak Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek, Helmi mengalami luka yang sangat fatal, banyak retakan di tengkorak kepalanya serta terjadi pendarahan dibagian otaknya, untuk itu pihak Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung . “setelah melunasi biaya penanganan medis di Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek, sekitar Jam 20:55 Wib adik saya dirujuk ke Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung” terangnya.

 

(Foto dok Ibrahim)

Setelah dilakukan pemeriksaan, masih kata Ibrahim, oleh Pihak Dokter Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung, selanjutnya dilakukan operasi pada hari kamis (1/12), sekitar Pukul 11:00 Wib. yang tujuan nya mengelurkan darah dalam otaknya, dengan mengangkat sebagian tulang tenggorokan, yang kondisinya masih dalam tidak sadarkan diri (koma_red). Katanya.

Setelah  menjalani perawatan selama 3 hari di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung. pada hari Sabtu (3/12) sekitar pukul 17:05 Wib saudara helmi meninggal dunia dirumah sakit tersebut.” Setelah dilakukan  operasi dan dirawat sampai hari sabtu, sekitar jam 17:05 Wib, adik saya helmi menghembuskan nafas terakhirnya”. Jelasnya.

Keluarga  mencurigai, Helmi meninggal diduga akibat penganiayaan “siapapun pelaku penganiayaan terhadap adik saya helmi, agar dapat dproses secara hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia ini,” Harap Ibrahim selaku kakak korban.

Atas kejadian tersebut keluarga korban melaporkan kejanggalan ini ke pihak Kepolisian Daerah Lampung dengan bukti laporan, Nomor : STTPL/1542/XII/2016/Lpg/SPKT. Serta ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham). (AL)



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)